KFC Setiabudi Semarang

ini nich teman-teman, bangunan Little 1 Academy Setiabudi, Semarang... Gabung yukk....

Pelepasan Balon Harapan Angkatan I

Coba teman-teman perhatikan, balonnya membentuk gambar hati lho... Berisikan harapan adik-adik dan para orangtua.

Mari Bermain dan Berkreasi

Little 1 Academy mengajak adik-adik semua untuk bermain dan bereksplorasi.. Let's join us.!!!

Adik-adik sedang mempelajari buah-buahan

Hayoo.. siapa mau buah durian?

Senin, 18 Maret 2013

Mengenal Angin…

Selasa,19 Maret 2013


Hari ini kelas little bermain dan berekplorasi tentang angin.....
Kami buka dengan berdoa dan senam chaki....dilanjutkan dengan bermain angin, tangan ditiup kemudian adik-adik diminta merasakan apakah ada angin?apa warna angin?ada baunya tidak?
Setelah itu adik-adik meniup api pada lilin ulangtahun. Yang bisa menyebutkan warna lilin boleh meniup lebih dahulu.

20130319_092650

Setelah bermain dengan lilin ulangtahun, adik-adik diperkenalkan dengan layang-layang dan bernyanyi layang-layang di halaman parkir KFC setiabudi sebelah kanan. Adik-adik bermain layang-layang dengan riang gembira.

20130319_094831

Cara Jitu Menjawab Pertanyaan Anak (part 1)

A. Apa Tuh?”

Kata-kata “Apa tuh?” saat ini menjadi bunyi yang indah di telinga penulis. Celoteh itu keluar dari mulut anak usia 27 bulan setiap kali ia melihat sesuatu yang baru dan ingin diketahuinya. Dengan mata berbinar dan suara melengking khas anak kecil, ia tidak henti-hentinya bertanya, “Apa tuh?”, “Apa tuh?” tanpa mengenal lelah, bak seorang yang kehausan di padang pasir dan menemukan oase (daerah di padang pasir yang berair cukup untuk tumbuhan dan pemukiman manusia). Kadang mulut tergoda untuk berkata, “Aduh, ananda ini cerewet atau bawel banget, ya!” Untunglah kalimat tersebut tak terlontar dari mulut penulis karena penulis menyadari, ini adalah masa keemasan anak untuk belajar mengembangkan kosakata (perbendaharaan kata) dan merupakan cara dia membangun kemampuan berpikirnya, sehingga tutur kata (perkataan) dan sikap pun berubah untuk menerima pertanyaan-pertanyaan itu dengan senang hati dan berusaha menjawabnya.

Ada sebuah situasi yang menakjubkan ketika mengamati periode bertanya pada anak batita (bawah tiga tahun). Bayangkan, seorang anak yang belum bisa bicara menjadi bisa berbicara satu kata dengan terbata-bata. Tahap berikutnya adalah ketika anak berbicara dengan dua kata ajaibnya, yaitu, “Apa, tuh?” Kata tersebut seperti tombol untuk menghidupkan mesin yang baru ditekan. Dengan cepat, banyak kata yang diserap dan diucapkan kembali oleh anak, walaupun artikulasinya (pengucapannya) belum jelas. Dengan bertambahnya usia, maka artikulasinya menjadi semakin jelas dan kemampuan berbicaranya menjadi lebih kompleks.

B. Kemampuan Bahasa Anak

Kemampuan seorang anak dalam berbahasa menjadi sangat penting bagi perkembangan kecerdasannya. Semakin banyak kata yang dimiliki anak dan semakin rumit penggunaan kata-kata di dalam rangkaian sebuah kalimat dapat menunjukkan kecerdasan seorang anak. Tidaklah mengherankan anak yang pandai akan memperlihatkan keinginan tahunya dengan cara banyak bertanya. Walaupun tidak berarti bahwa anak yang pandai itu selalu cerewet atau sebaliknya. Keinginan tahu anak juga bisa ditampilkan dengan cara mengutak-atik benda yang ada dan lain-lain.

Kemampuan berpikir anak normal (tidak mengalami gangguan/keterlambatan perkembangan) memiliki pola yang khas. Anak mulai mempertanyakan tentang fakta-fakta melalui pertanyaan “apa”. Dengan bertambahnya usia dan kemampuan berpikirnya, anak mencoba bertanya “mengapa”(bertanya tentang sebab dan akibat) sampai pada “bagaimana” (bertanya tentang proses). Untuk pertanyaan “apa”, tidak sulit bagi ibu dan ayah menjawabnya. Tak demikian untuk menjelaskan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”, ibu dan ayah membutuhkan alasan dalam menjawabnya. Penting untuk memberikan penjelasan secara sederhana saja namun masuk akal.

Perlu dipahami, tidak semua anak sering bertanya. Ada anak pendiam karena memang secara keturunan berasal dari ibu dan ayah yang pendiam atau meniru dari lingkungan keluarga yang juga pendiam. Pola pengasuhan pun ikut berperan sehingga anak malas bertanya dan menjadi pendiam, semisal sering menyalahkan, sering melarang. Selain itu, anak dapat menjadi pendiam karena keterlambatan perkembangan bahasa yang disebabkan oleh (1) gangguan secara fisik di alat pendengaran atau alat bicara, sehingga anak tidak mampu mendengar dan tidak bisa menirukan suara; (2) gangguan perkembangan di otak, sehingga terjadi keterbelakangan mental; dan (3) keterlambatan perkembangan akibat kurang stimulasi (perangsangan).

Apa pun pertanyaan yang diajukan anak, hendaknya mendapatkan tanggapan yang positif dari ibu dan ayah atau orang dewasa di sekitarnya. Tidak perlu marah-marah untuk menghentikannya, cukup dengan kalimat yang tegas dan sederhana seperti, “Tunggu sebentar ya, Nak, Ibu masih bicara dengan Ayah.” Atau, “Wah, Ibu kurang tahu, nanti kita tanya Ayah, ya.” Sikap yang tegas dan jelas akan membantu anak belajar mengatur dirinya, kapan harus bertanya dan kapan harus berhenti sejenak. Jika ibu dan bapak merasa kewalahan, coba alihkan pada kegiatan-kegiatan lain yang bermakna.

Kadang-kadang orangtua menjadi jengkel karena anak usia dininya banyak bertanya dengan pertanyaan yang sama dan berulang-ulang. Mengapa anak menanyakan secara berulang-ulang? Hal ini disebabkan anak belum paham tentang jawaban atas pertanyaannya. Selain juga, pertanyaan yang berulang merupakan cara anak untuk bisa mengingat tentang jawaban yang diberikan. Contoh, anak bertanya, “Apa tuh?” sambil menunjuk ke arah daun-daunan. Orangtua menjawab, “Itu daun, Nak.” Anak pun bertanya lagi “Apa, tuh?” sambil tetap menunjuk pada daun-daunan yang sama. Orangtua harus menjawab dengan jawaban yang lebih lengkap seperti, “Oh, itu daun sirih. Daunnya lebar, ya. Wah, itu ada yang kuning, itu daun sirih yang layu.” sambil kita menunjukkan daun sirih tersebut. Berikan kesempatan pada anak untuk menyentuh dan mencium daun sirih itu sehingga anak menjadi tahu dan yakin akan daun sirih tersebut. Setelah anak bertanya, kita yang kembali bertanya kepadanya, “Nak, ini buah apa?” sambil menunjuk gambar buah jeruk. Jika anak belum bisa menjawab secara utuh, bisa kita pancing dengan, “Ini gambar buah je… ruk.”

Ada juga anak-anak yang bertanya berulang kali dengan pertanyaan yang sama untuk mendapatkan perhatian ibu dan bapak. Oleh karena itu, jika anak bertanya, ibu dan bapak harus menjawab dengan penuh perhatian. Berikan waktu yang cukup untuk berbicara dan bermain dengan anak, serta gunakan bahasa tubuh yang benar. Jadi, ketika anak berbicara dengan kita, coba perhatikan wajahnya, berjongkoklah agar pandangan anak sejajar dengan pandangan kita, dengarkan anak berbicara sampai selesai baru kemudian menjawabnya dengan santun. Tidak perlu tergesa-gesa menyimpulkan atau menolak pertanyaan anak.

Anak pun dapat bertanya dan bertanya lagi ketika ia menghadapi situasi yang serupa dengan yang pernah dialaminya. Dalam kondisi seperti ini, ibu dan bapak harus dapat memberikan penjelasan yang lebih lengkap.

0-6 bulan Menangis dengan berbagai cara untuk menunjukkan bahwa dia mengompol, lapar, kesepian, kesakitan. Bersuara untuk menyampaikan kesenangan atau ketidaksenangan. Bergumam. Mengetahui dan melihat ke arah suara atau bunyi-bunyi yang dikenalnya.

Minggu, 17 Maret 2013

Mengenal Api..

Senin, 18 Maret 2013


Hari ini kelas big bermain dan berekplorasi dengan api.
Seru sekali.....kami belajar kalau api itu panas, kalau terkena bisa terbakar dan terluka jadi harus hati-hati.
Api bisa dipakai sebagai penerangan seperti pada lilin saat mati lampu, bisa juga untuk bakar ikan, sate, memasak dengan menggunakan kompor dan membakar sampah.
Yang bisa dibakar oleh api adalah barang-barang kering, kertas, koran, kardus, barang-barang dari plastik. Api tidak bisa membakar barang-barang yang basah. Api kecil seperti paa lilin bisa dipaamkan dengan ditiup tetapi api besar harus dengan disiram air seperti kebakaran rumah harus memanggil pamadam kebakaran.
Kembali ke kelas kami menggambar api imajinasi kami.....

20130318_100218

20130318_092210

Bermain Kincir Angin..

Senin, 11 Maret 2013


Selamat pagi teman-teman.....hari ini sangat menyenangkan. Kami bermain angin diluar. Sebelumnya kami, kelas big membuat kincir angin dari kertas origami yang kami pasang di sedotan memakai kawat. Kami membuat sendiri kincir anginnya tapi waktu memasang disedotan dibantu mama dan kakak-kakak tutor. Kami berlari diluar KFC kincit angin berputar kencang tertiup angin. Kami berhenti berlari kincir angin tetap berputar kerena angin pagi ini bertiup kencang....senangnya kami bermain angin.
Kami kembali ke kelas. Kakak mengajari kami kalau lilin akan padan saat ditiup. Seperti saat ulangtahun. Kami diberi kesempatan meniup lilin ulangtahun satu persatu.

20130311_093035

Bermain Air (Hujan)..

Kamis, 14 Maret 2013

Hari ini adik-adik bermain dan berekplosasi dengan air hujan.
Adik- adik dari rumah membawa payung dan jas hujan dari rumah. Seperti biasa adik-adik masuk kedalam kelas berdoa dan senam chaki. Adik-adik diberi penjelasan tentang hujan kemudian adik-adik. Memakai sepatu dan perlengkapan saat hujan bisa memakai payung atau jas hujan. Kak Mus membuat hujan buatan dari air dan selang. Wah adik-adik sangat senang, mereka berlari-lari menikmati hujan buatan. Mereka berhenti bermain hujan setelah capai. Baju adik-adik basah, kembali ke kelas adik-adik ganti baju dan istirahat. Hari yang menyenangkan.

20130314_094748

20130314_094839